Ruang Iklan Banner
Scroll untuk melanjutkan membaca
Menanggapi Resolusi Tahun 2023
Ruang Iklan

Menanggapi Resolusi Tahun 2023

Menanggapi Resolusi Tahun 2023

Tahun lalu, saya pernah menulis tentang resolusi di tahun 2023. Dimana, saya membuat perencanaan yang sedemikian rupa dengan tujuan untuk membuat diri semakin berkembang.

Membuat rencana sebenarnya hal yang sangat baik dan positif. Dengan adanya rencana, kita jadi bisa tau hal-hal mana saja yang menjadi prioritas dalam menjalani hari-hari.

Ada banyak rencana yang saya tulis tahun lalu. Namun kalau ditanya tentang berhasil tidaknya rencana itu direalisasikan, jujur saja saya katakan tidak semua.

Tak bisa dipungkiri, bahwa kita memang hanyalah perencana, dan yang memutuskan hasil akhirnya adalah sang pencipta Allah SWT.

Dari 5 resolusi yang saya tulis, hanya beberapa saja yang berhasil diterapkan. Kenapa? karena konsisten itu adalah hal yang sangat sulit dilakukan.

Sama halnya dengan kata-kata yang selalu berseliweran di sosial media.

Berhijrah itu mudah, yang sulit adalah Istiqomahnya”.

Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa rencana yang saya buat di tahun 2022 lalu tidak bisa direalisasikan di tahun ini.

Di poin pertama itu, saya membuat rencana untuk menulis satu artikel setiap harinya, dan ini gagal saya lakukan.

Walaupun saya hanya perlu menulis beberapa baris saja agar blog ini tetap aktif, namun itu cukup sulit.

Saya punya 2 buah blog yang alhamdulillah sudah berpenghasilan, dan blog ini menjadi blog ke 3 yang peruntukannya hanya sebagai jurnal harian saja. Sayangnya, blog ini tidak bisa aktif update artikel setiap hari karena ada 2 blog lainnya yang harus saya update artikelnya dengan minimal 500 - 1000 kata setiap beberapa hari sekali.

Saya hanya mampu menulis 500 - 800 kata sehari, karena alasan kesehatan yang kurang kondusif, maka dari itu, saya jadi tidak bisa memenuhi rencana yang awalnya harus menulis satu artikel setiap hari.

Poin ke dua, saya membuat rencana agar lebih bijak menentukan prioritas.

Kalau yang satu ini awalnya bisa diterapkan dengan baik.

Saya menentukan prioritas pada 2 blog yang harus saya update terus menerus dengan mencari referensi, membuat kerangka tulisan, hingga berhasil mempublish artikelnya.

Saya berhasil meninggalkan kebiasaan buruk seperti menonton tak kenal waktu dengan mengisi hari-hari dengan hal produktif seperti menulis.

Saya memang aktif menulis hingga saat ini, hanya saja aktivitas ini tidak saya lakukan tiap hari. Di awal tahun saya bisa membuat 3 artikel per minggu, namun saat ini hanya bisa membuat 1 artikel per minggu bahkan hanya 3 artikel per bulan.

Alasannya karena saya tidak bisa duduk lama di depan laptop karena masalah kesehatan. Saya mengalami gangguan lambung sudah sejak 2018 lalu, dan baru membaik di tahun 2022.

Sayangnya beberapa bulan belakangan, kondisi kesehatan saya kembali menurun setelah membaik di tahun lalu. Ini menjadi salah satu penyebab rencana untuk menentukan prioritas menjadi terganggu.

Saat ini, yang menjadi prioritas utama adalah kesehatan diri. Baik fisik maupun mental.

Poin ke tiga, saya membuat rencana untuk rutin olahraga. Kalau yang satu ini saya tidak menyangkal bahwa saya malas. 😅

Saya merasa tidak punya waktu untuk berolahraga, walaupun itu hanya 15 menit. Saya mungkin berolahraga, tapi pikiran full ke laptop.

Saya seperti dikejar deadline untuk menyelesaikan tulisan di dua blog yang saya kelola, alahasil saya tidak bisa rutin berolahraga.

Namun untuk aktifitas fisik di sekitar rumah, seperti bersih-bersih halaman tetap saya kerjakan. (ini termasuk olahraga fisik kan?)

Poin ke empat, saya menulis tentang bagaimana mengambil keputusan tanpa banyak berpikir.

Saya itu, tipe orang yang banyak mikir sebelum bertindak. Jadi terkadang, apa yang saya rencanakan hanya jadi sebuah rencana tanpa eksekusi.

Sepertinya pola pikir seperti ini yang banyak di temui di masyarakat, utamanya orang dengan gaya hidup introvert seperti saya.

Banyak hal dikepala yang menjadi perhitungan panjang, yang sebenarnya, kalau dipikir lebih dalam, kita hanya takut rugi. Entah itu rugi materi, waktu, ataupun usaha. Hingga akhirnya, rencana itu berakhir menjadi hanya sebuah rencana.

Di tahun ini saya berusaha mengubah pola pikir yang seperti ini, dengan mencoba memulai sesuatu tanpa berpikir terlalu jauh.

Hasilnya, alhamdulillah hidup sedikit lebih enjoy.

Dan di poin terakhir, saya punya resolusi untuk memperbanyak aktifitas di luar rumah.

Diantara 5 poin yang menjadi resolusi saya di tahun ini, mungkin yang benar-benar berhasil ada di poin terakhir.

Disclaimer dlu nih. Sejak tahun 2018 saya sakit Gerd dengan gangguan cemas dan panik berlebihan. Sejak saat itu, saya tidak pernah keluar rumah hingga pertengahan tahun 2022.

Saya berani membuat keputusan untuk menjadikan aktifitas diluar rumah sebagai resolusi di tahun 2023 karena saya sudah terkurung di rumah 4 tahun lamanya.

Syukur alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk pulih dari sakit yang diderita. Ada banyak hal yang sudah saya tempuh agar bisa sembuh. Dan ikhtiar terakhir yang saya lakukan adalah berobat ke Psikiatri.

Jadi sejak tahun 2022 akhir, saya sudah mulai banyak beraktifitas di luar rumah. Hingga akhir tahun 2023 ini. Alhamdulillah masih diberi kesempatan beraktifitas di luar rumah. Dan ini sungguh pencapaian yang luar biasa. 👏


Jadi, kesimpulannya.

Dari 5 poin resolusi yang saya tulis tahun lalu, saya hanya bisa merealisasikan 50% dari rencana awal. Ya karna ada beberapa hal yang menjadi kendalanya.

Ini bukan kegagalan, namun sebuah perkembangan. Hanya saja, kita berkembang secara perlahan. Dari pada tidak sama sekali.

Saya teringat quote dari mas Ibrahim Vatih. Bunyinya seperti ini

Bertumbuh secara perlahan adalah cara tercepat untuk bertumbuh”.

Artikelnya sudah pernah saya tulis dengan judul Menikmati Proses.

Pastinya, saya tidak akan kapok untuk menulis resolusi selanjutnya. Untuk resolusi tahun 2024, Insya Allah akan saya tulis di akhir bulan desember ini.

Rencanain aja dulu, eksekusinya belakangan. 😂😂😂

A. Abdul Mustahab ツ
A. Abdul Mustahab ツ
Senang dengan perkembangan teknologi. Menulis menjadi hal wajib, karena ilmu tidak akan bermanfaat bila di tampung sendiri.
Lompu, Sinjai Utara
Belum Ada Komentar
300 x 600
Side Column Ads (Left)
300 x 600
Side Column Ads (Right)